Sabtu, 26 Juni 2021

4.2

Kedamaian hati dan jiwa, tak pernah bisa jelaskan dengan sebuah kata maupun kalimat.
Melihatmu, memelukmu atau bahkan mungkin mengecup kening dan pipi, aku tenang.
Segala resah dalam hati maupun pikiran hilang dalam sekejap.
Perlukah aku selalu menggenggam? Agar aku selalu merasakan ketenangan itu.
Perlukah aku selalu berada di sampingmu? Agar aku selalu merasakan damai itu.

Senin, 21 Juni 2021

4.1

Hai, apa kabar blog di tahun 2021 ini?

Sudah terlalu lama, terlalu lama aku tidak menulis di blog ini.

Been 1.5 years being jobseeker. It's complicated for me right now. Overthink everyday at midnight, crying, and no one know, really its hurt me a lot. But i can survive till right now. It's hard, but i won't give up. 

Kepada Allah SWT, terima kasih telah memberi nafas hingga detik diri ini mengetik di blog ini. 

Kepada malam, terima kasih telah selalu menerima diri apa adanya.

Kepada kasur, terima kasih telah menyediakan sandaran tubuh disaat diri tidak mampu untuk bangun dari kenyataan seperti ini.

Kepada selimut, terima kasih telah menghangatkan diri ketika tak ada yang mampu memeluk untuk sekadar menenangkan hati.

Kepada kamu yang sedang menghuni hati, terima kasih telah memilih diri ini yang sedang tidak baik-baik saja. Kehadiran yang tak pernah diri ini sangka, akan membawa pengaruh terhadap semangat, suasana hati, ketenangan hati, ketenangan jiwa yang bahkan belum pernah diri ini rasakan sebelumnya. Terima kasih telah mau hadir dalam keterpurukan diri ini. Semoga, semoga, semoga apa yang diri kita inginkan, perlahan diperlancar, perlahan dimudahkan.

Senin, 12 Oktober 2020

3.14

aku pernah hancur karena terlalu percaya
pernah juga patah karena memilih orang yang salah
aku pernah terkubur dalam-dalam di hati seseorang yang kuselami dengan niat untuk bisa kumengerti
aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain
aku pernah tercerai-berai ketika kasihku tak sampai
aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang berusaha menyusun lalu kau datang lagi
aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan

Minggu, 11 Oktober 2020

3.13

apa rasanya ketika kau mulai bertahap untuk menyusun serpihan hati yang telah retak, untuk disatukan kembali, membangun semuanya dari awal, berharap mencintai seseorang yang baru adalah menjadi hal yang indah tapi malah di hancurkan? apalagi hal yang tersisa dari serpihan hati yang telah retak, lalu di hancurkan kembali? serbuk? debu? apa??!!!! aku ingin tahu!!!


aku patah, lagi. 
dia yang kucinta tak lagi menemani. 
dia pergi, bersama wanitanya. 
dia pergi, membawa semua cinta yang selama ini ada antara kita. 
dia pergi, sedang aku di sini dihantui bayangannya. 
dia tak lagi perduli, enggan menyapa atau sekadar bertukar pesan. 
aku terlalu berharap, dia tak sudi membalas. 
aku, di sini. 
masih dengan rasa yang sama. 
tersungkur sembari air mataku semakin jatuh. 
sang pemilik hati sudah enggan menengok, maka untuk siapa aku harus menebar cinta? 
tak lagi kulihat senyum manisnya yang menyapa tiap kali dia berkata, "aku sayang kamu." 
semesta tau, aku mencintai siapa.
namun semesta tak pernah tahu, perih air mataku selalu untuknya.

--katasemesta

Selasa, 09 Juni 2020

3.12

indahnya luka


pergelangannya merekam ribuan kisah
dari kisah yang biasa-biasa saja
hingga kisah paling gelap
yang tak ingin ia ingat-ingat.

terkadang tak perlu belati
ini perihal kuku-kuku jemari
yang nampak indah namun sanggup melukai
mereka bersekutu dengan lara
mencemooh pergelangan tangan
yang tak satu orangpun sanggup menggelangi.

pernah ada seseorang yang datang
menawarkan pergelangan tangannya untuk disakiti
namun
ia pula yang justru menyakiti.

hingga kini 
masih dapat kau lihat pergelangan tangan 
yang buruk rupa 
mungkin tak seburuk apa yang kau lihat saat ini
sebab apa yang kau lihat 
telah dipoles sedemikian rupa 
agar terlihat indah 
namun 
nyatanya yang indah itu tak pernah ada
sebab mungkin saja 
yang indah
justru adalah luka.

pukulduamalam